Kementerian ATR/BPN Teken MoU dengan PT.Jiwasraya dan BIG

03 Agustus 2017 10:01 oleh tata rang

Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) hari ini, Rabu (2/8) menandatangani dua nota kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT. Jiwasraya dan Badan Informasi Geospasial (BIG) di Aula Prona Lantai 7, Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil, Direktur Utama (Dirut) PT. Jiwasraya Hendrisman Rahim serta Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin.

MoU dengan PT. Jiwasraya mensepakati agar Kementerian ATR/BPN membantu proses sertipikasi serta penyelesaian permasalahan terkait aset milik PT. Jiwasraya. Dalam sambutannya, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil mengatakan kesediaannya membantu menyelesaikan permasalahan aset yang sedang dihadapi oleh PT. Jiwasraya. “Kita akan bikin tim bersama sebagai tindaklanjut persetujuan kerjasama ini. Jiwasraya bisa merekrut pengacara apabila menghadapi masalah hukum. Apabila tanahnya memang dimiliki oleh Jiwasraya, akan segera kita berikan haknya. Tapi apabila dikuasai oleh pihak lain, siapkan dana kerohiman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sofyan yang juga mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkomitmen untuk membantu BUMN yang memiliki masalah defisit keuangan seperti Garuda Indonesia, Waskita Karya termasuk PT. Jiwasraya. “Kita harus memberikan legacy yang bagus serta punya nilai lebih,” ungkapnya.

Dirut PT. Jiwasraya Hendrisman Rahim mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian ATR/BPN. Ia juga berkisah tentang sosok Sofyan A. Djalil yang berjasa menyelamatkan PT. Jiwasraya dari kebangkrutan. “Berkat jasa Pak Sofyan, Jiwasaraya tidak jadi bangrut dan saat ini masuk 4 besar Perusahaan Asuransi terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, MoU dengan BIG bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki oleh kedua pihak dalam pemanfaatan, pengembangan dan optimalisasi data dan informasi geospasial untuk meningkatkan ketersediaan informasi geospasial di bidang agraria/pertanahan dan tata ruang.

Kerjasama dengan BIG, kata Sofyan, memiliki nilai penting terlebih setelah Direktorat Jenderal Tata Ruang dilebur dalam Kementerian ATR/BPN sehingga dibutuhkan peta besar untuk mensinkronkan persoalan tata ruang dengan pertanahan. Menurut Sofyan nantinya kerjasama dengan BIG dapat mempermudah dihasilkannya peta besar terutama dalam proses pembebasan lahan. “Pembuatan tol Depok-Antasari memakan biaya tiga milyar rupiah, padahal untuk tiga bidang saja. Jika kita punya peta besar, dana yang dikeluarkan akan lebih sedikit,” jelasnya.

Sofyan juga mengusulkan agar BIG bisa berada dalam koordinasi Kementerian ATR/BPN sehingga pembuatan peta bisa dilakukan dengan efektif. "Nantinya Kementerian ATR/BPN akan menjadi koordinator terhadap BIG dalam pembuatan peta,” kata dia.

Kepala BIG Hasanuddin Z. Abidin menambahkan kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari MoU yang telah disepakati terkait pembuatan peta geospasial. “Melalui kerjasama ini juga Kementerian ATR/BPN


Peta Rencana Tata Ruang Dipercepat

.

Penyediaan satu standar peta sebagai acuan nasional kian mendesak. Hal itu akan menjadi…

Mamuju Nyatakan Siap Dalam Era Pengendalian

.

Mamuju Nyatakan Siap Dalam Era Pengendalian

Sosialisasi…

KEGIATAN INTEGRASI PETA RDTR KOTA BUNTOK BERBASIS GIS DAN DATA KEPENDUDUKAN

.

Bidang Penataan Ruang melaksanakan kegiatan Integrasi Peta Rencana…

Penataan Kawasan Permukiman Nelayan di 11 lokasi

.Penataan Kawasan Permukiman Nelayan di 11 lokasi


Kementerian…

Total Pengaduan: 327
Pengaduan Sudah Dijawab: 168
Pengaduan Belum Dijawab: 159
Kunjungan Hari Ini: 1.021
Kunjungan Kemarin: 1.490
Total Kunjungan: 10.201