Tetap Sehat dan Produktif di Era Kebiasaan Baru dengan Ciptakan Emosi Positif

01 September 2020 10:00 oleh Tata Ruang

      Jakarta - Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Aspek kesehatan dan ekonomi salah satu yang paling terasa dampaknya terlebih pada awal masa pandemi, aktivitas perekonomian berkurang. "Di masa kenormalan baru ini, masyarakat sudah mulai bisa menyesuaikan dengan kondisi dan lebih aware dengan pola hidup sehat," ujar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A. Djalil dalam sambutannya pada webinar yang diadakan IKAWATI Kementerian ATR/BPN secara virtual pada Sabtu (29/08/2020).Meskipun terdapat dampak negatif yang terjadi akibat Covid-19, Menteri ATR/Kepala BPN mengatakan setidaknya masih ada dampak positif yang dirasakan masyarakat."Saat ini kita bisa lebih memanfaatkan teknologi untuk pertemuan yang tidak tatap muka seperti webinar kali ini. Positifnya dapat mendekatkan yang jauh," kata Sofyan A. Djalil.Lebih lanjut Sofyan A. Djalil menambahkan di era kenormalan baru ini, masyarakat harus tetap waspada dan hati-hati. "Covid-19 masih perlu kita waspadai, bagi orang tua perlu ekstra hati-hati. Untuk anak muda, meskipun dampaknya tidak terlalu fatal, tapi tetap harus waspada," tambahnya.

      Pada kesempatan ini, hadir sebagai narasumber pembina IKAWATI Kementerian ATR/BPN, Ratna Megawangi Sofyan A. Djalil. Dalam paparannya, Ratna Megawangi mengungkapkan cara tetap sehat jiwa dan raga dan produktif di masa pandemi, khususnya di era kenormalan baru. "Ciptakan selalu emosi positif, karena dengan memiliki emosi positif kita dapat lebih meningkatkan kekebalan tubuh," tuturnya.Mengapa demikian, Ratna Megawangi menuturkan karena emosi positif dapat dijadikan senjata ampuh dalam pembangunan kualitas SDM. "Emosi positif tumbuh berdasarkan rasa cinta, bahagia, bersyukur, semangat, dan sebagainya yang kita miliki. Dari situ hormon cinta akan menumbuhkan kesehatan fisik, kesehatan jiwa hingga kesehatan otak," ucapnya.Beda halnya dengan manusia yang mengedepankan emosi negatif. Pasalnya, emosi negatif berdampak pada meningkatnya hormon stres atau _cortisol_ yang mengakibatkan berbagai penyakit tumbuh di dalam diri seseorang. "Tumbuhnya hormon stres dapat mengakibatkan menurunnya sistem imun seseorang, bahkan bisa menaikkan tekanan darah dan bisa berdampak ke jantung. Maka dari itu, hormon stres dapat meningkatkan angka kematian Covid-19," imbuh Ratna Megawangi.

      Melihat buruknya dampak emosi negatif, Ketua Umum IKAWATI Kementerian ATR/BPN Diah Himawan mengimbau kepada 1.000 orang peserta webinar kali ini untuk tetap semangat untuk produktif agar bisa tetap menjaga kesehatan di masa pandemi."Meskipun saat ini masih dalam situasi pandemi, tapi kita harus tetap semangat untuk produktif. Salam sehat IKAWATI," kata Diah Himawan. (LS/TA). Artikel ini dikutip dari website https://www.atrbpn.go.id pada tanggal 1 September 2020.


Lomba Tata Ruang Tahun 2017

.

Pertumbuhan penduduk yang kian meningkat tidak sesuai dengan penyediaan lahan dan infrastruktur dasar…

Genjot Investasi, Darmin Buat Rancangan Tata Ruang di 109 Daerah

.

Jakarta - Pemerintah terus berupaya untuk menggenjot investasi di dalam negeri. Salah satu caranya dengan membuat Rancangan…

Potensi Kearifan Lokal dalam Perencanaan Kota

.

Pada dasarnya Tata Ruang adalah salah satu bentuk kebijaksanaan pemerintah…

Atasi Polemik Tata Ruang, Kewenangan Kementerian ATR Perlu Diperkuat

. Polemik tata ruang khususnya terkait dengan pertanian dan perkebunan harus diselesaikan…
Total Pengaduan: 458
Pengaduan Sudah Dijawab: 163
Pengaduan Belum Dijawab: 295
Kunjungan Hari Ini: 1.021
Kunjungan Kemarin: 1.490
Total Kunjungan: 10.201